Peta Buta Imajinasi Kita

Oleh: Fauzan Al-Asyiq

“Anda seperti sebuah menara penyiaran, yang memancarkan frekuensi dengan pikiran-pikiran anda. Jika anda ingin mengubah sesuatu dalam hidup Anda, ubahlah frekuensi dengan mengubah pikiran Anda."

Demikianlah penggalan kalimat yang dikemukakan Rhonda Byrne dalam bukunya yang fenomenal “The Secret” mengenai pentingnya sebuah pikiran, imajinasi, dan visi. Ketiga hal tersebut, walau bukan hal yang tangible, namun menjadi faktor utama penentu kesuksesan dan keberhasilan seseorang dalam hidupnya. Bisa dipastikan hampir setiap dari kita pernah berimajinasi dan merancang akan seperti apa masa depannya, akan tetapi hanya segelintir orang yang berani mempertaruhkan segalanya, mau terombang-ambing ditengah kerasnya alur kehidupan, demi mewujudkan imajinasi masa depannya dan ia berhasil. 

Ada dua jenis mimpi yang dapat mempengaruhi manusia. Pertama, adalah mimpi yang ia dapatkan ketika terlelap tidur, hal ini tentatif karena tidak dapat diwujudkan dengan sengaja atau bahkan tidak terjadi setiap hari. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi baik buruknya sebuah mimpi. Bisa jadi alam pikiran bawah sadar orang tersebut, kejadian-kejadian yang dialaminya, atau memang hasrat kuat yang sudah terpatri dibenaknya sejak lama. Tak jarang mimpi dalam konteks ini menjadi kenyataan. Seperti mimpi Sang Raja pada zaman Nabi Yusuf bahwa akan terjadi musim kesuburan selama 7 tahun dan diikuti musim kemarau selama 7 tahun berikutnya. Begitu juga apa yang dialami Abraham Lincoln, salah satu Presiden AS yang bermimpi tentang kematiannya sendiri. Bagaimana, kapan, serta siapa yang membunuhnya ternyata tepat seperti mimpinya. Setidaknya itulah yang diberitakan media. 

Sementara mimpi yang kedua sepadan dengan kata “imajinasi” yang dibalut kata lain dengan penambahan makna “keinginan”. Ya, mimpi ini adalah bayangan yang selalu terngiang-ngiang dikepala. Entah saat kita terjaga maupun terlelap. Mimpi dengan objek diri kita sendiri ini adalah keadaan yang kita inginkan terjadi dimasa depan kita. Kesuksesan, kekayaan, cinta, Surga, Kesejahteraan, adalah hal yang diinginkan sebagian besar manusia dimasa depannya. Namun, semua itu tidaklah didapat dengan mudah dan murah. Perlu kesabaran, pengorbanan, dan perjuangan untuk menebusnya. Dan, sekali lagi, dalam hal inilah manusia mudah sekali tergelincir ke jurang kegagalan karena keputusannya untuk menyerah dan tidak bangkit. 

Maka, mereka yang merencanakan mimpinya adalah mereka yang punya modal cukup untuk mewujudkannya. Banyak tokoh terkenal yang bisa jadi inspirasi, banyak ayat Al-Qur’an yang bisa jadi bukti. Apa yang berhasil diraih dimasa depan bukan semata-mata karena keberuntungan semata, akan tetapi buah kebiasaan, sikap, dan usaha yang diterapkan semasa kecil dan terus berlanjut hingga dewasa. Sesungguhnya itulah tolak ukur jalan keberhasilan. 

Hari ini adalah mimpi hari kemarin, dan esok adalah mimpi hari ini. Kemarin hanyalah sebuah mimpi dan esok adalah sebuah visi. Maka terangilah hari esokmu dengan hari ini. Beranikah kalian untuk bermimpi? []

Comments

Popular posts from this blog

Menuju World Class University

Penyakit Idaman yang Mencerdaskan (Part 1)

Review Kuliner: Bakmi Si Bisu/ShiBitshu (Yogyakarta)