Posts

Showing posts with the label Thought

Embracing an Early Sunshine

Image
Oleh: Fauzan Al-Asyiq Mendaki setinggi hampir 3.000 meter ternyata tidak mudah. Tanpa peralatan dan fasilitas memadai ala film 5 cm, menapaki satu persatu batuan disekujur badan Merapi bahkan terasa semakin berat bagi saya yang berkacamata. Tak terhitung berapa kali saya harus mengelap lensa yang berembun terkena hembusan napas dingin yang keluar dari mulut yang tertutup masker. It's extremely painful . Belum lagi sepatu pinjaman jebol sesaat sebelum mencapai puncak. Mungkin jika saya lanjutkan, daftar keluhan yang saya alami tidak akan cukup sampai bawah. But that's it. No pain no gain. I would rather suffer more and more when I knew my pain would be paid off by the time I stepped my feet at the top, embracing the early sunshine, believing in the beauty of God's creation. Setiap 23 September, untuk mengenang kelulusan dari sebuah lembaga pendidikan di Ponorogo, saya selalu melakukan sesuatu yang bisa dibilang challenging , menantang. Setelah 3 tahun silam saya mend...

Product Placement Dalam Film (Part 2: End)

Image
BMW Vision dalam Mission Impossible: Ghost Protocol  Oleh: Fauzan Al-Asyiq Tak jarang pula dalam satu film, terdapat keroyokan product placement dari berbagai merk, tapi merk-merk tersebut mempunyai perbedaan fungsi. Seperti misalnya Mission Impossible: Ghost Protocol. Film yang rilis di penghujung 2012 ini menampilkan jajaran merk mewah seperti Apple dengan produknya macam iPhone, iPad, dan Macbook Air, maupun BMW dengan konsep mobil futuristiknya, BMW Vision, yang telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga mempunyai fitur display layar sentuh raksasa dibagian kemudinya.  But well, semua contoh diatas belum apa-apa jika dibandingkan dengan Sony, merk raksasa manufaktur elektronik Jepang. Sony begitu digdaya dalam mempromosikan produknya melalui film-film yang didistribusikan dibawah bendera Columbia Pictures dan Screen Gems. Keduanya merupakan anak perusahaan Sony. Bedanya, Columbia bergerak dalam distribusi film berbudget besar seperti franchise Spiderm...

Product Placement Dalam Film (Part 1)

Image
Honda Acura dalam film Marvel's The Avengers (2012) Oleh: Fauzan Al-Asyiq Sampai sekarang, saya masih tidak habis pikir ketika menyaksikan kejanggalan yang amat sangat mengganggu begitu melihat penampakan sebuah cemilan cokelat dalam sebuah film biografi yang bertajuk Habibie Ainun. Terlepas dari 4 juta pasang mata yang telah menontonnya, jujur saya sendiri tidak begitu antusias terhadap film tersebut. Bagi saya yang penikmat film, film ini luar biasa dari segi cerita dan isinya, namun sedikit kedodoran dibagian make up dan aspek keotentikan setting properti. Untuk alasan make up saya masih memaklumi karena mengubah raut wajah seseorang menjadi 20-30 tahun lebih tua tidaklah mudah bagi tim visual efek film Indonesia. Namun, atas nama seni, alasan kedua kurang bisa ditolerir dengan alasan apapun.  Habibie Ainun bukan satu-satunya film Indonesia yang secara gamblang memamerkan sebuah produk untuk kepentingan promosi. Jauh sebelum itu (meski tidak separah Habibie Ainun)...

Sekelumit Opini tentang Media Dakwah (Part 2)

Image
Oleh: Fauzan Al-Asyiq Landasan kedua adalah dasar psikologis. Pada waktu menyusun desain untuk media, tujuan dan sasaran media harus dirumuskan dengan jelas terlebih dahulu. ini berguna untuk mengantisipasi psikologis sasaran media yang berbeda-beda, dengan demikian mereka akan menangkap pesan dengan tanggapan yang berbeda pula. Jika sudah demikian, akan terjadi disordered massive interpretation. Sebuah kesalahan interpretasi secara masal, yang mana hal ini justru akan mengaburkan pesan sebenarnya dari media tadi. Tulisan ini tidak akan membahas mengenai seluruh media dari ketiga macam dakwah diatas, melainkan hanya salah satunya saja, yaitu media dakwah bil kitabah. Nah, mengapa penulis memilih membahas media tersebut? Pertama, adanya relevansi antara Sintaksis dengan metode dakwah bil kitabah. Kedua, potensi berdakwah dengan tulisan saat ini tidak hanya terletak pada pena-pena tua yang hampir kehabisan tinta, tapi juga pada generasi muda yang kian lihai memainkan jarinya ...

Sekelumit Opini Tentang Media Dakwah (Part 1)

Image
Oleh: Fauzan Al-Asyiq Sejak dahulu, jaminan kesejahteraan umat di dunia dan di akhirat ada pada konsistensi dakwah Islam yang berjalan saat itu. Dakwah itu sendiri berarti ajakan kepada kebaikan. Sesuai namanya, Islam merupakan jalan keselamatan bagi pemeluknya. Perintah pertama untuk berdakwah jatuh kepada Nabi Nuh. Seiring berjalannya zaman, tampaknya cara berdakwah pun ikut berkembang. Sampai masuk pada zaman hijriyah, Rasulullah SAW mendefinisikan dakwah bukan hanya berbentuk komunikasi lisan satu arah macam khutbah dan ceramah. Tapi mempunyai lingkup lebih luas. Beliau membagi dakwah menjadi 3 macam.  Pertama, dakwah bil lisan . Dakwah dengan lisan. Inilah cikal bakal dakwah yang paling sederhana, dimana Rasulullah pertama kali berdakwah dengan cara ini. Pada awalnya, beliau berdakwah secara sembunyi-sembunyi ( sirriyah ), kemudian melanjutkannya dengan terang-terangan ( jahriyah ). Dewasa ini, metode dakwah seperti ini sering disebut dengan khutbah atau ceramah....

Peta Buta Imajinasi Kita

Image
Oleh: Fauzan Al-Asyiq “Anda seperti sebuah menara penyiaran, yang memancarkan frekuensi dengan pikiran-pikiran anda. Jika anda ingin mengubah sesuatu dalam hidup Anda, ubahlah frekuensi dengan mengubah pikiran Anda." Demikianlah penggalan kalimat yang dikemukakan Rhonda Byrne dalam bukunya yang fenomenal “The Secret” mengenai pentingnya sebuah pikiran, imajinasi, dan visi. Ketiga hal tersebut, walau bukan hal yang tangible, namun menjadi faktor utama penentu kesuksesan dan keberhasilan seseorang dalam hidupnya. Bisa dipastikan hampir setiap dari kita pernah berimajinasi dan merancang akan seperti apa masa depannya, akan tetapi hanya segelintir orang yang berani mempertaruhkan segalanya, mau terombang-ambing ditengah kerasnya alur kehidupan, demi mewujudkan imajinasi masa depannya dan ia berhasil.  Ada dua jenis mimpi yang dapat mempengaruhi manusia. Pertama, adalah mimpi yang ia dapatkan ketika terlelap tidur, hal ini tentatif karena tidak dapat diwujudkan dengan s...

Pernikahan Dini: Sebuah Bahtera Berjuta Hikmah

Image
Oleh: Fauzan Al-Asyiq "The word 'love' in the Qur'an appears on over 90 places but interestingly it doesn't define the word love, but speaks about the very first consequences about love; commitment. Islam talks about commitment, if you truly love something or someone, you commit. If you do not then your claim of 'true love' is not real at all." (Syaikh Yassir Fazaga) credit to Zhizhi Siregar Kecerundungan mahasiswa muslim untuk menikah dini tampaknya mulai menunjukkan trend peningkatan belakangan ini. Hal ini disebabkan oleh opini yang menuturkan bahwa pernikahan dini mampu mengatasi problem sosial yang ada. Problem sosial yang dimaksud disini adalah keberadaan ghorizatun nau’ (naluri melangsungkan keturunan) pada diri mahasiswa dalam konteks masyarakat sekuler yang liberal. Problem ini lahir karena dua faktor sosial. Pertama, masyarakat sekuler tersebut banyak menawarkan stimulus yang membangkitkan nafsu seksual, baik berupa kenyataan sos...

Dominasi Teknologi sebagai Aspek Budaya

Image
Oleh: Fauzan Al-Asyiq Perubahan dinamis dan arus globalisasi agaknya mulai menyebabkan masyarakat Indonesia yang dulunya memiliki beragam kebudayaan kini kurang memiliki kesadaran akan pentingnya memper-tahankan budaya lokal demi memperkokoh identitas dan nilai budaya bangsa. Menurut Soekanto (1990), kebudayaan merupakan kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum adat istiadat dan setiap kebiasaan manusia sebagai warga masyarakat.  Perubahan sosial yang kini banyak ditemukan di masyarakat tidak lain adalah bagian dari perubahan budaya. Dimana masyarakat mulai belajar menerima cara-cara baru yang diinjeksikan oleh bangsa luar sebagai produsen barang yang banyak dikonsumsi masyarakat saat ini. Ambil contoh Research in Motion (RIM) sebagai produsen Blackberry telah menyuguhkan cara baru untuk berkomunikasi jarak jauh dengan Blackberry Messangernya. Bagi masyarakat, hal ini praktis menjadi alternatif yang sangat efisien—mengingat aktivitas yang se...

Menulis Sebagai Identitas Mahasiswa

Image
Oleh: Muhammad Fauzan Al-Asyiq “Al ‘Ilmu Shoidun Wal Kitabatu Qoiduhu” Demikianlah sepenggal pepatah Arab yang kurang lebih berarti “Ilmu itu bagai binatang buruan, dan tulisan adalah tali pengikatnya”. Kalimat tersebut telah menekankan kepada kita tentang pentingnya menulis. Riset pun telah membuktikan bahwa menulis dapat meningkatkan kepahaman dan respon ingatan hingga 6X dibandingkan dengan hanya membaca sebuah informasi. Memang membaca pun tak kalah pentingnya dengan menulis, akan tetapi hal tersebut hanya merupakan input informasi dalam otak saja, sementara menulis merupakan input sekaligus output informasi yang kita terima. Sebagai contoh, saat kita mencatat ilmu yang diberikan oleh dosen, maka tulah yang disebut sebagai input. Sementara ketika kita menuliskan jawaban ujian diatas selembar kertas, maka itulah output pikiran kita. Keduanya jelas saling berkesinambungan....

Selangkah Menuju Harapan

Image
Fauzan Al-Asyiq Assalamu’alaikum Wr, Wb. Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang dengan rahmat-Nya telah mempersatukan kita dalam dekapan ukhuwah Islamiyyah seperti yang kita rasakan saat ini. Shalawat beriringkan salam marilah kita haturkan pada sang revolusioner agung, Muhammad SAW, yang telah membawa umatnya dari jalan kegelapan, menuju jalan penuh harapan. Tepat pada tanggal 14 Februari 2011 silam, Sintaksis baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-delapan. Sungguh sebuah perjuangan yang tidak ringan, mengarungi derasnya belantika media di FE UII tercinta ini. Berawal dari sebuah lembaran fotokopian, kini Sintaksis menjelma menjadi sebuah majalah bulanan yang setia menemani pembaca dalam dakwah. Media informasi LDF JAM ini mengemban visi menjadi media yang kuat dalam pewacanaan demi membangun dunia dakwah Islam yang mengarah kepada budaya akademis, research, dan professional. Sesuai dengan label UII yang rahmatan lil ‘alamin, Sintaksis berusaha mensin...