Product Placement Dalam Film (Part 2: End)
![]() |
| BMW Vision dalam Mission Impossible: Ghost Protocol |
Tak jarang pula dalam satu film, terdapat keroyokan product placement dari berbagai merk, tapi merk-merk tersebut mempunyai perbedaan fungsi. Seperti misalnya Mission Impossible: Ghost Protocol. Film yang rilis di penghujung 2012 ini menampilkan jajaran merk mewah seperti Apple dengan produknya macam iPhone, iPad, dan Macbook Air, maupun BMW dengan konsep mobil futuristiknya, BMW Vision, yang telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga mempunyai fitur display layar sentuh raksasa dibagian kemudinya.
But well, semua contoh diatas belum apa-apa jika dibandingkan dengan Sony, merk raksasa manufaktur elektronik Jepang. Sony begitu digdaya dalam mempromosikan produknya melalui film-film yang didistribusikan dibawah bendera Columbia Pictures dan Screen Gems. Keduanya merupakan anak perusahaan Sony. Bedanya, Columbia bergerak dalam distribusi film berbudget besar seperti franchise Spiderman, Smurfs, James Bond, sedangkan Screen Gems menaungi film berbudget rendah macam seri Resident Evil dan Underworld.
Meski begitu leluasa mengatur siasat product placement dalam film, Sony tak gegabah. Perusahaan yang terkenal lewat seri walkmannya ini tetap menjaga keharmonisan setting dan latar belakang cerita film yang bersangkutan. Sebagai contoh mari kita bahas 21 Jump Street (2011), sebuah film aksi komedi tentang persahabatan konyol 2 polisi muda. Sony menampilkan 2 smartphonenya dalam film ini, Xperia X10 dan X10 mini. Perlu digaris bawahi bahwa keduanya merupakan produk rilisan tahun 2009. Bahkan Xperia 10 muncul kembali dalam Premium Rush (2012), sebuah film tentang aksi kurir sepeda. Demikian pula Xperia X10 mini yang digambarkan menjadi handphone milik Peter Parker, alter ego dari Spiderman dalam The Amazing Spider Man (2012). Kemunculan handphone lawas tersebut tentu dinilai wajar karena pemiliknya diceritakan hanyalah polisi yang menyamar sebagai remaja SMU dalam 21 Jump Street, remaja kutu buku dalam The Amazing Spider Man, maupun seorang kurir sepeda dalam Premium Rush.
![]() |
| Sony Xperia V James Bond Edition (Skyfall) |
Perusahaan yang dipimpin oleh Kazuo Hirai ini melakukan treatment yang berbeda dalam franchise James Bond. Film tentang agen spionase Inggris tersebut digambarkan sebagai pria yang senantiasa dikelilingi wanita cantik dan gadget mutakhir, maka tak heran dalam setiap filmnya, Sony selalu menyertakan produk smartphone terbarunya, sebagai bentuk promosi terselubung. Seperti dalam Skyfall (2012), James Bond menggunakan Sony Xperia T dalam filmnya. Xperia T sendiri adalah produk high-end saat itu, dirilis berbarengan dengan Xperia TX dan V. Ketiganya memiliki fitur dan spesifikasi yang identik. Walaupun sejujurnya saya tidak begitu yakin bahwa yang ditampilkan dalam film adalah Xperia T, mengingat bahwa pasca perilisan film, Sony juga meluncurkan Xperia V edisi khusus James Bond.
Mengenai implementasi product placement dalam film, harus diakui bahwa Indonesia semestinya berkiblat pada Hollywood. Sineas Indonesia perlu menyadari bahwa pendanaan adalah nyawa bagi sebuah film, namun bukan berarti harus mengorbankan aspek keotentikan film yang notabenenya adalah karya seni, bukan mesin penebal pundi-pundi material semata.


Comments
Post a Comment