Product Placement Dalam Film (Part 1)
![]() |
| Honda Acura dalam film Marvel's The Avengers (2012) |
Oleh: Fauzan Al-Asyiq
Sampai sekarang, saya masih tidak habis pikir ketika menyaksikan kejanggalan yang amat sangat mengganggu begitu melihat penampakan sebuah cemilan cokelat dalam sebuah film biografi yang bertajuk Habibie Ainun. Terlepas dari 4 juta pasang mata yang telah menontonnya, jujur saya sendiri tidak begitu antusias terhadap film tersebut. Bagi saya yang penikmat film, film ini luar biasa dari segi cerita dan isinya, namun sedikit kedodoran dibagian make up dan aspek keotentikan setting properti. Untuk alasan make up saya masih memaklumi karena mengubah raut wajah seseorang menjadi 20-30 tahun lebih tua tidaklah mudah bagi tim visual efek film Indonesia. Namun, atas nama seni, alasan kedua kurang bisa ditolerir dengan alasan apapun.
Habibie Ainun bukan satu-satunya film Indonesia yang secara gamblang memamerkan sebuah produk untuk kepentingan promosi. Jauh sebelum itu (meski tidak separah Habibie Ainun), ada film Alangkah Lucunya Negeri Ini yang juga menampilkan penggunaan sebuah produk motor buatan Jepang secara berlebihan. Meski tidak melanggar kaidah perfilman secara umum, tindakan demikian tentu dapat mengganggu kenikmatan menonton film yang bersangkutan. Apalagi kita datang berbondong-bondong ke bioskop pasti untuk menyaksikan film dengan khusyuk tanpa iklan... Eh, malahan tetap saja terganggu dengan munculnya hidden-marketing tersebut.
Fenomena tersebut kerap disebut dengan product placement dalam film. Istilah tersebut memang bukan hal baru, bahkan Hollywood pun telah mengadopsinya sejak lama. Tapi, meski mengusung misi marketing, pihak sineas Hollywood tidak semata-mata menampilkan suatu produk dengan gamblang. Mereka hanya melakukan hal tersebut jika kemunculan produk tersebut sesuai atau mendukung jalannya plot yang tersaji.
![]() |
| Sony Xperia X10 Mini & X10 dalam The Amazing Spider-Man (2012) |
Mumpung masih hangat dalam ingatan saya, mari kita telaah film-film Hollywood yang secara piawai mampu menyisipkan product placement dalam film tanpa menimbulkan kesan terlalu dipaksakan. Pertama ada Man of Steel (MOS, 2013) yang sekilas menampilkan smartphone Nokia Lumia 925 disalah satu adegan saat General Zod menyiarkan ancamannya terhadap umat manusia. Warner Bros (WB) dan DC Comics, selaku pemegang hak distribusi MOS tampaknya telah bekerjasama dengan Nokia yang saat ini telah diakuisisi Microsoft. Sebelumnya, Nokia juga merilis seri Lumia 920 limited edition yang berisi konten eksklusif The Dark Knight Rises/Batman (2012), yang juga merupakan superhero keluaran DC Comics.
Dari kubu Marvel Comics pun tak mau kalah. Kali ini yang dipamerkan adalah merek Honda Acura (anak perusahaan Honda yang hanya memproduksi mobil golongan mewah). Acura muncul cukup intensif dimana produk tersebut digunakan sebagai kendaraan resmi agen SHIELD. Product placement ini muncul beberapa kali dalam seri film-film superhero Marvel seperti Thor, Iron Man, dan Marvel's The Avengers.


Comments
Post a Comment