Posts

Showing posts with the label Review

Review: This is The End (2013)

Image
This is How They Described Apocalypse. Literally. Oleh: Fauzan Al-Asyiq Entah apa yang merasuki pikiran para kritikus film Hollywood sehingga memberikan rating tinggi pada film ini. Jarang sekali ada film komedi memiliki rating 84% ( certified fresh ) di situs review film terkemuka: rottentomatoes . This is The End merupakan film yang menurut saya hanya sedikit diatas rata-rata, namun film ini saya akui menawarkan resep dan bumbu baru yang sangat segar. Oke, apocalypse-or-dooms-day-or-whatever-you-name-it memang tema lawas, tapi bagaimana jika aktor dan aktris masyhur Hollywood bermain sebagai dirinya sendiri? Well, this is good. Bagi penonton awam, mungkin sensasi menyaksikan hal demikian terkesan biasa saja, namun bagi saya—yang sudah sangat familiar dengan Seth Rogen, Jay Baruchel, James Franco, Jonah Hill, hingga Emma Watson— it’s just hillarious . Menyenangkan sekali menonton mereka memainkan dirinya sendiri, bergumul bersama, melontarkan humor slapstick me...

Review: Star Trek Into Darkness (2013)

Image
The Sequel That Deserves Another One Oleh: Fauzan Al-Asyiq The best science-fiction movie that I ever seen. Saya harap kalimat pertama tersebut bisa mewakili keseluruhan review yang saya tulis ini. Lupakan Saga Transformers yang bermandikan spesial efek, namun bernaskah cemen. Buang jauh-jauh Prometheus yang garing dan terlalu berfilosofis. Ah, mereview STID membuat saya melupakan film fiksi ilmiah apa saja yang telah saya tonton, hampir, semuanya tak begitu berkesan, tentu saja selain Star Trek (2009) itu sendiri, prekuel dari STID. Saya terhitung telat menyaksikan saga penjelajah luar angkasa ini. Terus terang, pada awalnya saya tidak begitu tertarik menonton Star Trek karena sudah terlalu banyak diadaptasi menjadi berbagai media: film, serial tv, game, novel grafis, dsb. Lantaran Star Trek booming di era 80an, saya pikir saat ini sudah terlalu telat untuk mulai menyukainya.  But, guess what? Tidak pernah ada kata terlambat untuk mulai mencintai sesuatu. Sem...

Review: Elysium (2013)

Image
Sometimes an Asshole Can Be a Hero Too  Oleh: Fauzan Al-Asyiq Dalam menikmati sebuah film yang relatif asing bagi saya (film orisinil atau adaptasi dari source yang relatif belum pernah saya dengar), saya sering mengkategorikan film tersebut menjadi 2 hal: berbobot dan menghibur. Tidak banyak film yang mampu menyatukan keduanya dengan porsi seimbang, setidaknya belakangan ini, sampai saya menonton Elysium minggu kemarin. Film yang bergenre, science-fiction, adventure, dan action ini mengemas sebuah hiburan menegangkan dalam balutan sinematografi CGI ( Computer Generated Imagery ) yang dahsyat, tanpa harus mengorbankan esensi dari kritik sosial yang terkandung didalamnya. Ya, film ini berbobot dan menghibur.  Elysium ber plot maju, dengan beberapa flashback guna mendukung gaya penceritaan Neill Blompkamp, sang sutradara. Kisahnya diawali dengan penuturan keadaan bumi tahun 2153, dimana keadaannya sudah tidak layak dihuni karena overpopulated . Kondisi ini menyebabka...

Review: Sate Petir Pak Nano (Yogyakarta)

Image
The Silence of The Lambs  Oleh: Fauzan Al-Asyiq Sebagai pecinta kuliner pedas, sate petir pak nano sudah lama menjadi peringkat teratas dalam top list schedule wisata kuliner saya. Alasannya sederhana saja; saya suka pedas, dan sate pak nano adalah sate daging kambing muda--tipe daging terlezat yang dianugerahkan Tuhan pada umat manusia. Dan, baru hari ini saya berkesempatan mencicipi sate yang konon katanya mampu memberikan sengatan petir pada lidah yang mengecapnya.  Spot kuliner ini berlokasi cukup jauh dari jantung kota Jogja, tepatnya di jalan lingkar selatan, desa Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul. Meski jauh, lokasinya mudah ditemukan karena terletak persis dipinggir jalan besar, tepat disebelah jembatan. Warung ini tidak hanya menyediakan sate, namun juga tongseng yang masih berbahan dasar sama, daging cempe (kambing ababil :P). Saya sendiri butuh waktu perjalanan sekitar 40 menit dari ujung ringroad utara Jogja. 

Review: The Man From Nowhere (2010)

Image
When Revenge is The Only Reason That Keeps You Alive Oleh: Fauzan Al-Asyiq The Man From Nowhere (2010):  One of the best vengeance movie out there, comes from a country of thousand revenge story, Korea. Featuring some-cool-but-deadly main character and his one and only friend, the-innocent-7-year-old-girls. When the kid was kidnapped, there's nothing in the world could stop him from taking a brutal revenge. Secara singkat, film ini menceritakan kisah tentang seorang pemuda pendiam, pemilik toko penggadaian barang, yang kesehariannya hanya ditemani gadis kecil, anak dari tetangganya—seorang janda yang bekerja di dunia malam. Tak lama kemudian, gembong narkoba dan penjualan organ manusia datang untuk menculik mereka berdua. Sebenarnya, pemuda itu tak begitu peduli dengan kehadiran gadis kecil tersebut, lantaran dimasa lalu ia kehilangan istri dan anaknya secara tragis, sehingga ia merasa tak memiliki apapun untuk meneruskan hidupnya.

Review: Saving Private Ryan (1998)

Image
You’ll Never Go To The War Again!  Oleh: Fauzan Al-Asyiq Sebuah masterpiece film kembali lahir dari tangan sutradara masyhur Steven Spielberg. Saving Private Ryan adalah sebuah film dokumenter yang bertutur tentang perjuangan sekelompok tentara Amerika Serikat dalam menyelamatkan anggotanya yang disandera militer Normandia. Film yang rilis tahun 1998 ini benar-benar digarap dengan tingkat artistik dan koreografi yang sempurna. Hal itu dapat dilihat dari bagaimana sang sutradara dengan kepiawaiannya berhasil memvisualisasikan adegan perang dengan sangat realistis. Penonton dibuat seakan menahan napas ketika menyaksikan 25 menit pertama dari film ini.  Adegan pertama dimulai dengan perang yang bersettingkan pantai Omaha, 6 Juni 1944. Dentuman bom, rentetan timah panas, ratusan manusia bergelimpangan bersimbah darah, bahkan tak sedikit yang kehilangan bagian tubuh mereka, adalah bumbu utama film ini. Tak ayal lagi, $ 11.000.000,-pun (dari total estimasi biaya p...

Review: The Social Network (2010)

Image
Tirani di Balik Jejaring Sosial Oleh: Fauzan Al-Asyiq Jangan berharap film ini akan menyajikan kisah sukses dibalik fenomena Facebook, karena apa yang disajikan sutradara David Fincher dalam film ini adalah kebalikannya; seorang pemuda yang brilian dan kaya secara material, namun rusak secara moral dan sosial.  Mark Zuckerberg (Eisenberg) sebelum menjadi founder Facebook, hanyalah seorang mahasiswa Harvard yang biasa saja. Sampai kemudian ia membuat situs facemash.com, sebuah situs yang memuat foto-foto mahasiswi Harvard dan memungkinkan pengunjung untuk mengklik foto siapapun yang dianggap cantik. Setiap hal yang dilakukan manusia terkadang tidak hanya menuai cercaan, namun juga dukungan. Keusilan Mark dan keahlianya dibidang hacking ini ternyata didengar oleh Winklevoss bersaudara (Hammer) yang kemudian mengajak Mark bekerjasama mengembangkan situs tersebut. 

Review: Pacific Rim (2013)

Image
Oleh: Fauzan Al-Asyiq Well made script, passionally acted and crafted precisely with reasonable hi-tech in not too distant future environment. Del Torro once again made a great job. This movie is huge, massive, although the ending was predictable, but it still manages audiences to hold their breath in the last 30 minutes. And for the final conclusion: "Sometimes you just gotta accept that some people can only be in your heart, in your memories, not in your life."