Selangkah Menuju Harapan

Fauzan Al-Asyiq

Assalamu’alaikum Wr, Wb.

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang dengan rahmat-Nya telah mempersatukan kita dalam dekapan ukhuwah Islamiyyah seperti yang kita rasakan saat ini. Shalawat beriringkan salam marilah kita haturkan pada sang revolusioner agung, Muhammad SAW, yang telah membawa umatnya dari jalan kegelapan, menuju jalan penuh harapan.

Tepat pada tanggal 14 Februari 2011 silam, Sintaksis baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-delapan. Sungguh sebuah perjuangan yang tidak ringan, mengarungi derasnya belantika media di FE UII tercinta ini. Berawal dari sebuah lembaran fotokopian, kini Sintaksis menjelma menjadi sebuah majalah bulanan yang setia menemani pembaca dalam dakwah.

Media informasi LDF JAM ini mengemban visi menjadi media yang kuat dalam pewacanaan demi membangun dunia dakwah Islam yang mengarah kepada budaya akademis, research, dan professional. Sesuai dengan label UII yang rahmatan lil ‘alamin, Sintaksis berusaha mensinergiskan aspek dakwah Islam yang juga mengedepankan budaya literasi dan akademis ala mahasiswa. Dengan demikian, dalam menghadapi problematika kehidupan, mahasiswa tidak hanya bertabiat taqlidul a’maa (ikut-ikutan tanpa alasan), tapi juga mempunyai fondasi pemikiran yang matang.

Dengan tagline: Mengangkat Semangat dari Problematika, majalah setebal 20 halaman ini selalu berusaha menemukan topik yang santer menjadi masalah mahasiswa. Kemudian mencoba menemukan solusinya setelah didasarkan pada tuntunan Islam. Sekedar intermezo, saking banyaknya masalah yang ingin diangkat, tak jarang redaksi berdebat menentukan tema yang akan dimuat.

Selama hampir 3 tahun berkecimpung dalam ranah media dakwah, saya menemukan banyak sekali pengalaman berharga. Berusaha mengatasi dinamika media yang selalu berubah, bagaimana mengakomodir kebutuhan dakwah jamaa’ah dalam sebuah majalah, dan memikirkan dana yang tak kunjung datang, kadang menjadi sebuah kenangan tersendiri ketika diingat. Beruntung, apa yang saya dapatkan disini jauh melebihi ekspektasi. 

Selaku koordinator BK Media Sintaksis sekaligus pimpinan redaksi, di akhir kepengurusan ini saya ingin mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, jika selama saya memimpin, media ini kurang bisa memberikan manfaat yang maksimal. Saya juga ingin mengucapkan terimakasih kepada ketiga partner saya; Hera, Kikie, dan Ima, yang telah berjuang bersama selama satu tahun terakhir ini. Tak lupa juga, kepada seluruh tim redaksi yang telah berkontribusi, dan para senior yang seolah tak kenal kata bosan dalam membimbing kami. 

Akhirnya, kami ucapkan terimakasih kepada pembaca yang telah menyisihkan waktunya untuk membaca Sintaksis. Semoga diusianya yang ke-delapan ini Sintaksis dapat kembali membenahi diri, menuju sebuah perubahan yang lebih baik. Walau masih jauh dari kata sempurna, menembus usia delapan tahun merupakan sebuah prestasi. Disaat banyak media lain yang berguguran sebelum usia ke-sepuluh, Sintaksis justru menancapkan standar baru bagi sebuah media dakwah. Saya optimis Sintaksis selalu dapat menjawab kebutuhan dakwah para pembacanya. Sukses selalu untuk Sintaksis!

Wassalamu’alaikum Wr, Wb.[]

Comments

Popular posts from this blog

Menuju World Class University

Penyakit Idaman yang Mencerdaskan (Part 1)

Review Kuliner: Bakmi Si Bisu/ShiBitshu (Yogyakarta)