Posts

Showing posts from 2011

Menulis Sebagai Identitas Mahasiswa

Image
Oleh: Muhammad Fauzan Al-Asyiq “Al ‘Ilmu Shoidun Wal Kitabatu Qoiduhu” Demikianlah sepenggal pepatah Arab yang kurang lebih berarti “Ilmu itu bagai binatang buruan, dan tulisan adalah tali pengikatnya”. Kalimat tersebut telah menekankan kepada kita tentang pentingnya menulis. Riset pun telah membuktikan bahwa menulis dapat meningkatkan kepahaman dan respon ingatan hingga 6X dibandingkan dengan hanya membaca sebuah informasi. Memang membaca pun tak kalah pentingnya dengan menulis, akan tetapi hal tersebut hanya merupakan input informasi dalam otak saja, sementara menulis merupakan input sekaligus output informasi yang kita terima. Sebagai contoh, saat kita mencatat ilmu yang diberikan oleh dosen, maka tulah yang disebut sebagai input. Sementara ketika kita menuliskan jawaban ujian diatas selembar kertas, maka itulah output pikiran kita. Keduanya jelas saling berkesinambungan....

Selangkah Menuju Harapan

Image
Fauzan Al-Asyiq Assalamu’alaikum Wr, Wb. Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang dengan rahmat-Nya telah mempersatukan kita dalam dekapan ukhuwah Islamiyyah seperti yang kita rasakan saat ini. Shalawat beriringkan salam marilah kita haturkan pada sang revolusioner agung, Muhammad SAW, yang telah membawa umatnya dari jalan kegelapan, menuju jalan penuh harapan. Tepat pada tanggal 14 Februari 2011 silam, Sintaksis baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-delapan. Sungguh sebuah perjuangan yang tidak ringan, mengarungi derasnya belantika media di FE UII tercinta ini. Berawal dari sebuah lembaran fotokopian, kini Sintaksis menjelma menjadi sebuah majalah bulanan yang setia menemani pembaca dalam dakwah. Media informasi LDF JAM ini mengemban visi menjadi media yang kuat dalam pewacanaan demi membangun dunia dakwah Islam yang mengarah kepada budaya akademis, research, dan professional. Sesuai dengan label UII yang rahmatan lil ‘alamin, Sintaksis berusaha mensin...

Ketika Hati Ingin Bertaut

Image
Oleh: Muhammad Fauzan Al-Asyiq                         Bagi Irham (19), sore itu tak seperti biasanya. Usai kuliah, ia bergegas kembali ke kamarnya untuk mencari sesuatu. Dengan nafas terburu, ia mengobrak-abrik hampir seluruh isi lemarinya. Tidak lama berselang, akhirnya lelaki berambut ikal tersebut menemukan benda yang harus ia kenakan malam itu. Benda yang dicari Irham tak lain adalah baju koko dan kain sarung yang hampir 1 tahun tidak pernah dipakainya lagi. Ia menepuk baju tersebut agar debu yang menempel hilang. Kemudian, Irham menyiapkan tas lusuhnya seraya memasukkan baju koko, sarung, handuk, dan beberapa barang ke dalamnya. Malam itu, ia tidak menginap di kamar. Selama sepuluh malam ke depan, Irham mendapat giliran hadir dalam kegiatan keagamaan yang diadakan kampusnya. Bagi mahasiswa baru, kegiatan ini sering disebut Rusunawa.             Ke...

Tangan Dingin Sang Penjaga Fotokopi

Image
Oleh: Muhammad Fauzan Al-Asyiq         Dua meja hitam itu selalu tampak berantakan. Permukaannya sudah tidak mulus lagi lantaran ratusan goresan benda tajam telah mengenainya. Diatasnya hanya ada sebuah mesin pemotong kertas manual serta sesekali terlihat tumpukan kertas tak beraturan. Serpihan kertas dan isi klip kecil tersebar hampir disetiap sudut meja tersebut. Disebelah kanan terdapat mesin  copy  besar yang jika sedang beroperasi suaranya mampu meredam riuh manusia yang sedang berlalu lalang disekelilingnya.       Sejatinya, ruang sempit berukuran 2,5 X 3 meter yang ditempati dua meja hitam tersebut, sejak beberapa tahun lalu merupakan pusat fotokopi kopma (koperasi mahasiswa) Fakultas Ekonomi UII. Ranah usaha itu dikelola oleh dua orang pekerja. Salah satunya adalah seorang bapak paruh baya bernama Amrozi, dan satunya lagi perempuan muda yang biasa dipanggil Mbak Mur. Keduanya sering terlihat berjaga bersamaan dite...

Banjir di Lahan Miskin Perhatian

Image
Oleh: Hemas Dea Suryanina, Herawati Shahnan, dan Muhammad Fauzan Al-Asyiq Sudut itu hampir tak pernah sepi. Tiap hari, tidak kurang dari seribu motor selalu melewatinya. Namun demikian, hanya ada segelintir orang yang ditunjuk sebagai penjaga salah satu titik terpenting di kampus Fakultas Ekonomi UII tersebut. Salah seorangnya bernama Fajar. Tidak seperti biasanya, sore itu ia duduk sendiri tanpa rekannya yang lain. Tampaknya sebungkus rokok, sepasang kursi tua, dan sebuah meja lapuk sudah cukup menemaninya. Tepat dihadapan lelaki itu, ada lapangan seluas 40 X 25 meter. Didalamnya berjajar rapi ratusan motor yang menunggu kepulangan pemiliknya. Tempat itulah yang harus dijaga Fajar; parkiran motor mahasiswa FE UII. Ketika itu parkiran terlihat sepi dari kehadiran manusia, namun tetap tampak penuh sesak motor berjajar. Keadaan tersebut membuat Fajar memilih untuk berdiam diri. Melamun. Sambil duduk diatas meja, kakinya disilangkan. Ditangannya ada sepuntung rokok yang hampir h...